PERAN KETAHANAN KELUARGA SEBAGAI STRATEGI PENGENTASAN PENGANGGURAN DALAM TINJAUAN EKONOMI
FAMILY RESILIENCE AS A STRATEGY FOR REDUCING UNEMPLOYMENT: AN ECONOMIC PERSPECTIVE
Keywords:
Ketahanan Keluarga, Resiliensi, Pengangguran, Pendidikan Informal, Kebijakan Berbasis KeluargaAbstract
Tingginya angka pengangguran di Indonesia masih menjadi tantangan serius, terutama di kalangan usia muda. Data BPS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka mencapai 4,76% atau sekitar 7,28 juta orang, dengan lulusan SMK menanggung proporsi terbesar. Persoalan ini bukan sekedar kurangnya lapangan pekerjaan, tetapi juga kegagalan dalam membangun kualitas sumber data manusia yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketahanan keluarga sebagai bentuk pendidikan informal dengan risiko pengangguran, sekaligus merumuskan model intervensi berbasis keluarga.
Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan dukungan data sekunder dari BPS, jurnal akademik terindeks, dan literatur ilmiah yang relevan dengan tema. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketahanan keluarga berperan penting dalam menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, dan keterampilan hidup generasi muda. Sinergi pendidikan formal, non-formal, dan informal terbukti simultan dalam menurunkan risiko pengangguran. Dari sisi kebijakan, penelitian ini menawarkan model intervensi unik berbasis keluarga, seperti laboratorium ketahanan keluarga, pusat keterampilan komunitas, dan kelas pengasuhan karir. Pengangguran tidak hanya dapat diatasi melalui penciptaan lapangan kerja, tetapi juga melalui penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi pendidikan dan adaptasi sosial-ekonomi.
Kata Kunci: Ketahanan Keluarga; Resiliensi; Pengangguran; Pendidikan Informal; Kebijakan Berbasis Keluarga.
Abstract
The high unemployment rate in Indonesia remains a significant challenge, particularly among young people. Statistics Indonesia (BPS) reports that the open unemployment rate reached 4.76%, equivalent to approximately 7.28 million individuals, with vocational high school graduates accounting for the largest proportion. This issue is not merely the result of limited job opportunities but also reflects the failure to develop adaptive and competitive human resources. This study aims to analyze the relationship between family resilience as a form of informal education and unemployment risk, while proposing a family-based intervention model.
This research employs a qualitative descriptive approach supported by secondary data obtained from Statistics Indonesia (BPS), indexed academic journals, and relevant scientific literature. The findings indicate that family resilience plays a crucial role in fostering independence, responsibility, and life skills among young people. The synergy of formal, non-formal, and informal education has been shown to simultaneously reduce the risk of unemployment. From a policy perspective, this study proposes several innovative family-based intervention models, including family resilience laboratories, community skills centers, and career parenting classes. Unemployment can be addressed not only through job creation but also through strengthening family resilience as a foundation for education and socio-economic adaptation.
Keywords: Family Resilience; Resilience; Unemployment; Informal Education; Family-Based Policy.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pembangunan Kota Tangerang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








