OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA TANGERANG MELALUI INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI DAN INSENTIF DIGITAL BERBASIS EKONOMI SIRKULAR
OPTIMIZATION OF WASTE MANAGEMENT IN TANGERANG CITY THROUGH TECHNOLOGICAL INFRASTRUCTURE AND DIGITAL INCENTIVES BASED ON CIRCULAR ECONOMY"
Keywords:
Pengelolaan Sampah, Ekonomi Sirkular, Insentif Digital, Infrastruktur Teknologi, Kota Tangerang, Partisipasi Masyarakat, PentahelixAbstract
Pengelolaan sampah di Kota Tangerang menghadapi tantangan besar, terutama terkait dengan volume sampah yang terus meningkat dan keterbatasan infrastruktur pengolahan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan ekonomi sirkular dan insentif digital sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di Kota Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan wawancara dengan pemangku kepentingan terkait, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun program Bank Sampah dan Rumah Olah Sampah Organik (ROSO) telah diluncurkan, implementasinya masih terkendala oleh rendahnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan infrastruktur, baik fisik maupun digital. Insentif digital, seperti voucher belanja dan potongan pajak, terbukti efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat, namun aksesibilitas teknologi dan infrastruktur digital yang belum merata menjadi hambatan utama. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, akademisi, dan media (pentahelix) menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pemerintah memperkuat infrastruktur teknologi, meningkatkan kampanye edukasi, dan menciptakan model pembiayaan mandiri untuk mendukung keberlanjutan program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang berguna untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan sampah di Kota Tangerang melalui integrasi teknologi dan insentif digital.
Kata kunci: Pengelolaan Sampah, Ekonomi Sirkular, Insentif Digital, Infrastruktur Teknologi, Kota Tangerang, Partisipasi Masyarakat, Pentahelix.
Abstract
Solid waste management in Tangerang City faces significant challenges, particularly due to the increasing volume of waste and the limited infrastructure for adequate processing. This study aims to examine the implementation of circular economy and digital incentives as solutions to improve waste management efficiency in Tangerang City. The research utilizes a qualitative approach with a case study method, involving interviews with relevant stakeholders, field observations, and documentation studies. The findings indicate that although programs such as Waste Bank and Organic Waste Processing House (ROSO) have been launched, their implementation is hindered by low community participation and limited infrastructure, both physical and digital. Digital incentives, such as vouchers and tax discounts, have been effective in encouraging public participation, but the accessibility to technology and the uneven distribution of digital infrastructure remain major barriers. Additionally, collaboration among government, private sector, community, academia, and media (pentahelix) is key to the success of creating a sustainable waste management system. Based on these findings, it is recommended that the government strengthens technological infrastructure, increases educational campaigns, and develops a self-financing model to support the sustainability of circular economy-based waste management programs. This research is expected to provide useful recommendations to improve the efficiency and sustainability of waste management in Tangerang City through the integration of technology and digital incentives.
Keywords: Waste Management, Circular Economy, Digital Incentives, Technological Infrastructure, Tangerang City, Community Participation, Pentahelix.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pembangunan Kota Tangerang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








