“SMART KAMPUNG BATIK DIGITAL”: TRANSFORMASI SOSIAL, KUALITAS HIDUP DAN KESETARAAN GENDER DI KOTA TANGERANG
Keywords:
batik, kesetaraan gender, kota tangerang, pemberdayaan perempuanAbstract
Banjir merupakan permasalahan tahunan yang signifikan di Kota Tangerang, khususnya di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh. Kondisi drainase konvensional yang bersifat pasif terbukti tidak mampu mengantisipasi curah hujan ekstrem maupun luapan Kali Angke, sehingga menimbulkan kerugian material, gangguan aktivitas sosial, dan risiko kesehatan bagi warga. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini menawarkan model Smart Drainage berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi inovatif yang mengintegrasikan infrastruktur fisik dengan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan lokus penelitian di Kelurahan Petir. Data diperoleh melalui observasi lapangan, laporan BPBD, dan literatur akademik. Framework inovasi mencakup enam komponen utama: sensor IoT water level, rain gauge digital, rate-of-rise detection, pompa otomatis, katup anti balik, dan sistem peringatan dini melalui sirene RT/RW, WhatsApp Gateway, serta integrasi dengan aplikasi Tangerang LIVE. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa model ini mampu meningkatkan sensitivitas terhadap banjir mendadak, memberikan lead time evakuasi 10–15 menit, serta memperkuat sistem mitigasi berbasis komunitas. Inovasi ini sejalan dengan SDGs (6, 9, 11, 13), mendukung Asta Cita 2 dan 3, serta konsisten dengan Visi Kota Tangerang 2025–2029. Kesimpulannya, implementasi pilot project di Kelurahan Petir dapat menjadi langkah strategis yang potensial untuk direplikasi ke wilayah rawan banjir lain seperti Ciledug, Benda, dan Karawaci.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Pembangunan Kota Tangerang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








